Saturday, 3 July 2010

Ngomongin The Three Lions


Kalau ngomongin WC 2010 bawannya pengen ngebunuh orang. Ini ada hubungannya dengan kekalahan Inggris di babak 16 besar WC 2010.

Dari dulu aku emang udah jagoin Inggris di segala event. Ini bermula ketika ada tayangan Liga Premiere di TV7 (now Trans 7). Awalnya aku sangat benci dengan yang namanya sepakbola. Tapi, setelah TVnya dikudeta abis-abisan sama Bapak kalau di tiap weekend, jadilah aku sang pencinta sepakbola. Sempat juga dijulukin 'cewek gilbol (gila bola)' sama salah satu teman cowok. Tidak lain karena saking updatenya aku dengan berita bola. Plus, kehadiran bestfie yang gila banget sama bola. Mantap lah!

Dulu masih jaman-jamannya si CR7 bela MU and I'm an United. Hmm, kalau dipikir-pikir mungkin karena ada CR7 kali ya? Hahaha entahlah. Nah, dari The Big Four (MU, Chelsea, Liverpool, Arsenal) aku nyimpulin kalau kesuksesan mereka gak lepas dari para pemain Inggris. Misalnya aja nih MU (Rooney, Ferdinand, etc) dan Chelsea (Lampard, Terry, Cole, etc). Belum lagi pemain Inggris yang merumput di Liga lain kayak Beckham. Dari situ aku mulai bikin konklusi kalau Inggris adalah kandangnya pemain bintang. Dan kenyataannya emang benar. Agree?

Bermula dari WC 2006, aku ikutin terus perkembangan Inggris. Sampailah mereka pada babak 16 besar dan berhadapan dengan Portugal. Katanya sih ini bakal jadi match yang menegangkan dan that was true. Inggris kembali pulang kandang. Masih inget gak sama accident dimana CR7 dan Rooney rebutan bola, terus Rooney nginjek kakinya CR7 yang kemudian berujung dengan red card buat Rooney? Sumpah, gondok banget. Mungkin kalau orang-orang yang teliti ngeliatnya bakal sadar kalau ini cuma 'sekedar diving'. Kalian liat gak kedipan matanya si CR7? Dasar kampret gedongan! Pantes aja dijulukin 'Public Enemies' sama orang Inggris. Eh, ternyata masih punya muka juga buat main di Premiership. Prok prok prok. Langsung ilfil sama CR7 tapi untungnya gak ilfil sama timnya.

Hasil menunggu selama 4 tahun terbayar lunas ketika Inggris masuk putaran final dan memulai debut perdana lawan USA. Optimis banget Inggris bisa menang karena menurutku USA lumayan cetek lah kalau dibanding Inggris. Saking cintanya sampai-sampai aku lembur biar gak kebablasan. Lagi lagi gondok waktu Green blunder. Berlanjut ke next match dan Inggris belum kembali ke performa seharusnya. Last match benar-benar bikin sport jantung. Secara kalau sampai kalah, waduh malu-maluin banget. Salut banget sama Gerrard cs di match ini. Entah kenapa aku ngerasa fighting spirit mereka jalan. Ini beda banget waktu match lawan Jerman. Bisa dibilang performanya mengecewakan. Lini depan kayak kehabisan akal buat nembus defend nya Jerman. Sedangkan, lini belakang kocar-kacir dikoyak Jerman. Self-confidence nya juga gak sebagus sebelumnya. Sempat ada harapan waktu Upson ngegolin. Gak lama kemudian Lampard ngegolin tapi dianulir wasit. Dan ini adalah klimaks kegondokan. Sumpah kampret banget Larionda. Eh wasit, itu gol woy! Anjrit gak terima nih. Jelas banget ngelewatin garis gawang. Ah, sumpah parah banget nih wasit. Kalau gak bisa liat dengan jelas, ya minimal tanya kek ke hakim garis. Sama aja matiin semangatnya Inggris kalau begini. Emosi nih lama-lama grrrr


I believe when goals from Lampard was passed, they would win that game.

Tapi, apapun yang terjadi, I'm always for England. I wait your change, dudes. Good luck!

4 comments:

  1. si Larionda itu emang minta dibejek-bejek kali ya!
    jelas-jelas gol!
    matanya jereng kali tuh!
    huh, pantes aja ada yang mberitain kalo dia ditembak mati!

    England fighting!
    Hwaiting!

    ReplyDelete
  2. Mar, coba Larionda itu tanggaku, mesti kamu udah tak ajakin buat mbunuh dia. Huh, emosi tingkat tinggi sumpah!

    ReplyDelete
  3. ideeeem :@

    tapi gak apa-apa.. spanyol dah menang ding :)

    ReplyDelete
  4. Hahaha..
    tp gpp, apapun yg terjadi, ak tetep belain Inggris.

    ReplyDelete

I CAN IF I THINK I CAN