Baru aja dapet tugas KIR (Karya Ilmiah Remaja) or usually we called "Karya Tulis"
Ya, whatever you call.
Ya, whatever you call.
Kami (Marina, aku, Hafid, Ario) memutuskan buat milih topik tentang Taxoplasmosis (terinspirasi oleh Bu Reni, thank you so Ibu). Kami pun mulai mengumpulkan berbagai sumber, salah satunya dokter.
Well, bukannya pesimis atau yang sebagainya, tapi jujur aku agak kurang yakin untuk interview dengan seorang dokter. I think doctor is the busiest person in the world.
Then, Hafid mengusulkan buat interview dr. K (spesialis kandungan) yang praktik di RS DQ. Segala tetek bengek yang berhubungan dengan jalannya interview udah disiapin. Surat tugas udah siap, tinggal tugasku dan Marina buat interview.
---
Singkat cerita.
Jumat, 12 Maret 2010.
Setelah pulang sekolah.
Kami (aku dan Marina) berangkat menuju RS dengan motor pinjaman beserta helmnya (agak kurang modal). Honestly, it was my first time to visit that hospital. So confused to decide which the main door is.
Dengan tampang tak berdosa, kami menuju pintu utama dan langsung bertemu resepsionis (sedikit jutek).
R: siang, ada perlu apa ya?
Aku: eh, gini mbak. Kita mau bikin janji buat wawancara dengan dr. K.
R: Darimana ya?
Aku: Dari SMA 1 Kebumen.
R: buat apa ya?
Aku: buat karya tulis. Ini surat tugasnya (nyerahin).
R: (baca). buat dilombain ya?
Aku: (bingung). eh, bukan. Buat tugas sekolah biasa.
R: oh. Gini, kebetulan dr. K lagi ada operasi sesar hari ini. Kalau mau ya ditunggu. Tapi, saya saranin sama Dirut DQ saja, dr. S. Soalnya dr. K kalau bicara cepet banget, kita-kita aja yang udah lama di sini kadang suka gak maksud, apalagi adek yang baru kenal. Takutnya nanti malah gak maksud.
Aku: (bingung)
R: Atau mau gimana? Soalnya dr. S kan dokter umum. Sedangkan, topiknya ini kan tentang taxoplasmosis. Iya sih lebih berhubungan dengan dokter kandungan. Tapi juga gak total berhubungan dengan kandungan. Atau memang harus dengan dokter kandungan?
Aku: Oh enggak kok.
R: Ya, saya saranin seperti itu. Daripada adeknya udah susah-susah wawancara tapi ternyata gak mudeng kan sama saja.
Aku: Oh ya ya bisa.
R: Biasanya dr. S kalau ngantor sekitar jam 10 atau 10.30. Besok telepon ke sini dulu aja (ngasih nomer telepon). Tanya dulu, kalau sudah datang baru ke sini. Gitu aja ya?
Aku: Iya ya.
R: Besok kalau ditanya bilang aja dari SMA 1, siapa tau yang ngangkat bukan saya.
Aku: Iya.
Hari itu berakhir dengan harapan penuh. Setinggi langit.
Selangkah lagi tugas selesai.
Yeah, kami pun kembali ke sekolah, menyusun berbagai macam pertanyaan.
No comments:
Post a Comment